DNS dan Domain
Memahami sistem penamaan domain dan cara kerja DNS
Apa itu Domain
- Alamat yang mudah diingat untuk mengakses website
- Menggantikan penggunaan IP address yang sulit dihafal
- Contoh: google.com, github.com, example.org
Struktur Domain
Top-Level Domain (TLD)
- Bagian paling kanan dari nama domain
- Contoh: .com, .org, .net, .id, .co.id
Second-Level Domain
- Nama utama yang didaftarkan
- Contoh: pada github.com, "github" adalah second-level domain
Subdomain
- Bagian yang ditambahkan di depan domain utama
- Contoh: api.example.com, blog.example.com
Apa itu DNS
- Domain Name System: sistem yang menerjemahkan domain ke IP address
- Berfungsi seperti buku telepon untuk internet
- Memungkinkan pengguna mengakses website dengan nama alih-alih angka
Cara Kerja DNS
- User memasukkan domain di browser
- Browser memeriksa cache lokal terlebih dahulu
- Jika tidak ditemukan, permintaan dikirim ke DNS resolver
- Resolver mencari di cache, lalu ke root server
- Root server mengarahkan ke TLD server
- TLD server mengarahkan ke authoritative server
- IP address dikembalikan ke browser
- Browser melakukan koneksi ke server menggunakan IP tersebut
Jenis Record DNS
A Record
- Mengarahkan domain ke IPv4 address
- Contoh: example.com -> 192.168.1.1
AAAA Record
- Mengarahkan domain ke IPv6 address
- Contoh: example.com -> 2001:db8::1
CNAME Record
- Membuat alias dari satu domain ke domain lain
- Contoh: www.example.com -> example.com
MX Record
- Menentukan server email untuk domain
- Contoh: mail.example.com dengan prioritas tertentu
TXT Record
- Menyimpan informasi teks, sering digunakan untuk verifikasi
- Contoh: verifikasi kepemilikan domain untuk Google Search Console
TTL (Time To Live)
- Waktu cache DNS disimpan sebelum diperbarui
- Nilai rendah mempercepat propagasi perubahan
- Nilai tinggi mengurangi beban query DNS