Pengenalan Arsitektur Backend
Prinsip-prinsip dasar merancang arsitektur aplikasi backend
Apa itu Arsitektur Backend
- Struktur dan organisasi komponen aplikasi server-side
- Menentukan bagaimana modul-modul berinteraksi satu sama lain
- Arsitektur yang baik memudahkan scaling, testing, dan maintenance
Mengapa Arsitektur Penting
- Aplikasi tanpa arsitektur jelas akan sulah berkembang
- Tim bisa bekerja paralel dengan batasan yang jelas
- Bug lebih mudah ditemukan dengan pemisahan concern
- Testing lebih mudah dengan komponen yang terisolasi
Prinsip Dasar Arsitektur yang Baik
Separation of Concerns
- Setiap modul punya tanggung jawab tunggal yang jelas
- Routing tidak mencampur logic bisnis
- Database access dipisah dari business logic
Loose Coupling
- Modul tidak bergantung pada detail implementasi modul lain
- Perubahan di satu modul tidak merusak modul lain
- Interface sebagai kontrak antar modul
High Cohesion
- Kode yang berhubungan disimpan bersama
- Modul yang sama punya tujuan yang seragam
- Memudahkan pemahaman dan maintenance
Scalability
- Arsitektur bisa menangani pertambahan beban
- Horizontal scaling dengan menambah server
- Vertical scaling dengan meningkatkan resource server
Trade-Off dalam Arsitektur
- Simple vs scalable: arsitektur kompleks lebih scalable tapi sulit dipahami
- Performance vs maintainability: optimasi sering mengorbankan readability
- Consistency vs availability: tidak bisa maksimalkan keduanya sekaligus
Arsitektur Populer
- Monolith: satu aplikasi besar yang menangani semua
- Microservices: banyak service kecil yang independen
- Serverless: fungsi tanpa server yang di-manage cloud provider
- Event-driven: komponen berkomunikasi melalui event
Praktik Terbaik
- Mulai dengan arsitektur sederhana, kompleksitas ditambah saat dibutuhkan
- Dokumentasikan keputusan arsitektur dan alasannya
- Pilih teknologi berdasarkan kebutuhan, bukan hype
- Review arsitektur secara berkala seiring pertumbuhan aplikasi