Recraftory

Monolith dan Microservices

Memahami perbedaan dan pilihan antara monolith dan microservices

Monolith

  • Satu aplikasi besar menangani semua fitur
  • Semua kode dalam satu codebase
  • Deploy sebagai satu unit

Keuntungan

  • Sederhana untuk develop dan deploy awal
  • Testing lebih mudah, semua kode tersedia
  • Tidak perlu infrastruktur komunikasi antar service
  • Debugging lebih mudah

Kekurangan

  • Sulit scale bagian tertentu
  • Tim bisa bentrok dalam satu codebase
  • Tech stack terkunci
  • Deploy harus seluruh aplikasi

Microservices

  • Aplikasi dipecah menjadi service kecil independen
  • Setiap service punya database dan logic sendiri
  • Berkomunikasi via API atau message queue

Keuntungan

  • Tiap service di-scale independen
  • Tim pakai tech stack berbeda per service
  • Deploy satu service tanpa mempengaruhi lainnya
  • Tim kerja paralel lebih mudah

Kekurangan

  • Kompleksitas infrastruktur lebih tinggi
  • Distributed system lebih sulit debug
  • Latency antar service jadi masalah
  • Butuh orkestrasi dan monitoring canggih

Kapan Monolith

  • Tim kecil kurang dari 10 developer
  • Aplikasi masih sederhana
  • Butuh cepat ke market

Kapan Microservices

  • Tim besar dengan banyak developer
  • Fitur butuh scale yang jauh berbeda
  • Ingin deploy independen per fitur

Modular Monolith

  • Kode tetap satu aplikasi tapi dipisah modul jelas
  • Setiap modul punya boundary tegas
  • Mudah dipindah ke microservices di masa depan

Service Communication

Synchronous (HTTP/gRPC)

  • Service memanggil service lain dan menunggu response
  • Lebih sederhana tapi membuat dependency antar service

Asynchronous (Message Queue)

  • Service kirim pesan dan tidak perlu menunggu
  • Lebih loose coupling, lebih scalable