Mengenal Static Hosting
Static Hosting
- Static Hosting adalah cara menjalankan aplikasi web dengan file statis seperti HTML, CSS, dan JavaScript.
- Server hanya bertugas mengirim file, tanpa menjalankan logika backend.
- Cocok untuk SPA karena logika aplikasi berjalan di browser.
- Lebih sederhana dibanding server backend tradisional.
Cara Kerja Static Hosting
- Browser meminta file ke server (HTML, CSS, JS).
- Server langsung mengirim file yang diminta.
- JavaScript di browser menjalankan aplikasi SPA.
- Data aplikasi diambil dari API terpisah (backend service).
- Server static tidak memproses database atau business logic.
Static Hosting untuk SPA
- Semua route SPA mengarah ke satu file HTML (biasanya
index.html). - Navigasi ditangani oleh JavaScript, bukan server.
- Server perlu dikonfigurasi agar:
- Semua URL mengembalikan
index.html
- Semua URL mengembalikan
- Tanpa konfigurasi ini, refresh halaman bisa menyebabkan error 404.
Kelebihan Static Hosting
- Setup sangat sederhana.
- Biaya hosting relatif murah atau gratis.
- Performa cepat karena file bisa di-cache.
- Mudah dikombinasikan dengan CDN.
- Risiko keamanan lebih kecil karena tidak ada backend di server.
Keterbatasan Static Hosting
- Tidak bisa menjalankan logika server.
- Tidak bisa langsung akses database.
- Bergantung penuh pada API eksternal.
- Konfigurasi routing SPA perlu perhatian khusus.
Contoh Layanan Static Hosting
- Netlify
- Vercel
- GitHub Pages
- Cloudflare Pages
- Firebase Hosting