Recraftory

Agile dan Scrum

Memahami metodologi Agile dan framework Scrum dalam pengembangan software

Agile

  • Pendekatan pengembangan software yang adaptif dan iteratif
  • Mengutamakan kolaborasi tim, feedback cepat, dan kemampuan beradaptasi
  • Bukan satu metode spesifik, melainkan sekumpulan prinsip dan nilai

Agile Manifesto

Empat nilai utama Agile:

  • Individuals and interactions over processes and tools
  • Working software over comprehensive documentation
  • Customer collaboration over contract negotiation
  • Responding to change over following a plan

Scrum

  • Framework Agile yang paling populer digunakan
  • Mengorganisir pekerjaan dalam sprint pendek (1-4 minggu)
  • Memiliki peran, event, dan artefak yang terdefinisi jelas

Peran dalam Scrum

Product Owner

  • Mengelola dan memprioritaskan Product Backlog
  • Mendefinisikan kebutuhan dan value untuk setiap fitur
  • Menjadi jembatan antara tim dan stakeholder
  • Membuat keputusan tentang apa yang dikerjakan

Scrum Master

  • Memastikan tim mengikuti prinsip dan praktik Scrum
  • Menghilangkan hambatan yang dihadapi tim
  • Memfasilitasi event-event Scrum
  • Bukan manajer, melainkan servant leader

Development Team

  • Tim cross-functional yang mengerjakan produk
  • Self-organizing, menentukan cara mengerjakan backlog
  • Bertanggung jawab atas kualitas setiap increment
  • Idealnya 3-9 orang

Artefak Scrum

Product Backlog

  • Daftar semua kebutuhan dan fitur yang ingin dibangun
  • Dikelola dan diprioritaskan oleh Product Owner
  • Berubah seiring berkembangnya pemahaman tentang produk

Sprint Backlog

  • Subset dari Product Backlog yang akan dikerjakan dalam sprint
  • Dipilih oleh tim saat Sprint Planning
  • Tidak berubah selama sprint berjalan

Increment

  • Hasil kerja yang selesai dan siap dirilis di akhir sprint
  • Harus memenuhi Definition of Done
  • Setiap sprint menghasilkan satu increment yang bisa digunakan

Event dalam Scrum

Sprint

  • Periode tetap 1-4 minggu untuk mengerjakan backlog
  • Dimulai dengan Sprint Planning, diakhiri dengan Sprint Retrospective
  • Tim menghasilkan increment yang selesai di setiap sprint

Sprint Planning

  • Dilakukan di awal setiap sprint
  • Tim memilih item dari Product Backlog
  • Mendefinisikan Sprint Goal yang akan dicapai

Daily Standup (Daily Scrum)

  • Pertemuan harian 15 menit
  • Setiap anggota menjawab: apa yang dikerjakan kemarin, hari ini, dan apa hambatannya
  • Bukan laporan ke Scrum Master, tapi sinkronisasi antar tim

Sprint Review

  • Dilakukan di akhir sprint
  • Tim mempresentasikan increment kepada stakeholder
  • Stakeholder memberikan feedback untuk Product Backlog

Sprint Retrospective

  • Dilakukan setelah Sprint Review
  • Tim membahas apa yang berjalan baik dan apa yang perlu diperbaiki
  • Menghasilkan action items untuk sprint berikutnya

Kanban

  • Alternatif atau pelengkap Scrum
  • Memvisualisasikan alur kerja dengan papan Kanban
  • Membatasi Work in Progress (WIP) untuk menghindari bottleneck
  • Lebih fleksibel, tidak ada sprint atau peran tetap

Perbedaan Scrum dan Kanban

AspekScrumKanban
IterasiSprint tetapAlur berkelanjutan
PerubahanTidak di tengah sprintKapan saja
PeranProduct Owner, Scrum Master, TeamTidak ada peran tetap
MetrikVelocityLead time, cycle time

Praktik Terbaik

  • Sprint Retrospective harus menghasilkan perubahan nyata
  • Product Backlog harus selalu diperbarui dan diprioritaskan
  • Hambatan harus diselesaikan secepat mungkin oleh Scrum Master
  • Definition of Done harus jelas dan disepakati seluruh tim