Representasi Algoritma
Berbagai cara merepresentasikan algoritma dalam pemrograman.
Representasi Algoritma
- Cara algoritma di-komunikasikan.
1. Flowchart
- Diagram alur yang menggunakan simbol-simbol standar
- Mudah dipahami secara visual
- Cocok untuk menggambarkan alur program yang kompleks
Contoh Simbol Flowchart:
- Oval: Awal/Akhir
- Persegi Panjang: Proses
- Belah Ketupat: Keputusan
- Jajar Genjang: Input/Output
2. Pseudocode
- Bahasa menyerupai kode yang mudah dipahami manusia
- Tidak terikat dengan sintaks bahasa pemrograman tertentu
- Fokus pada logika pemecahan masalah
Contoh Pseudocode:
FUNCTION hitungRataRata(angka1, angka2, angka3)
total = angka1 + angka2 + angka3
rataRata = total / 3
RETURN rataRata
END FUNCTION3. Narasi Langkah-langkah
- Penjelasan algoritma dalam bentuk teks naratif
- Mudah dipahami oleh yang tidak memiliki latar belakang pemrograman
- Sering digunakan dalam dokumentasi
Contoh Narasi:
- Mulai
- Minta pengguna memasukkan dua angka
- Tambahkan kedua angka tersebut
- Bagi hasil penjumlahan dengan 2
- Tampilkan hasilnya
- Selesai
Perbandingan
| Metode | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Flowchart | Visual, mudah dipahami | Tidak praktis untuk algoritma kompleks |
| Pseudocode | Mendekati kode nyata | Membutuhkan pemahaman dasar pemrograman |
| Narasi | Mudah dipahami semua orang | Rentan ambiguitas |