Hiring dan Onboarding
Cara merekrut engineer yang tepat dan memastikan onboarding yang efektif untuk anggota tim baru
Mengapa Hiring Penting bagi Leader
- Keputusan hiring adalah salah satu keputusan terbesar seorang leader
- Satu orang yang salah bisa merusak dinamika tim yang sudah baik
- Proses rekrutmen yang buruk juga merusak employer brand
- Leader bertanggung jawab atas kualitas proses, bukan hanya hasilnya
Menentukan Kebutuhan
Sebelum membuka lowongan:
- Definisikan masalah yang ingin diselesaikan dengan hire baru ini
- Tentukan level seniority yang dibutuhkan (bukan selalu senior)
- Identifikasi skill teknis wajib vs nice-to-have
- Pertimbangkan komposisi tim saat ini: apa yang kurang?
Job Description yang Efektif
- Fokus pada dampak pekerjaan, bukan daftar panjang persyaratan
- Hindari persyaratan yang tidak relevan (misal: "harus punya gelar S1")
- Sertakan informasi tentang tim, budaya, dan cara kerja
- Jelaskan ekspektasi 30/60/90 hari pertama jika memungkinkan
Proses Interview
Screening Awal
- Review CV dengan fokus pada dampak, bukan hanya teknologi yang dipakai
- Screening call singkat (30 menit) untuk cek kecocokan dasar
- Tanyakan motivasi dan ekspektasi kandidat
Interview Teknis
- Gunakan soal yang relevan dengan pekerjaan nyata
- Hindari soal puzzle atau trivia yang tidak mencerminkan pekerjaan
- Nilai proses berpikir, bukan hanya jawaban akhir
- Berikan waktu untuk kandidat bertanya balik
Interview Perilaku (Behavioral)
- Gunakan pertanyaan berbasis situasi nyata: "Ceritakan saat kamu..."
- Gali dengan follow-up: "Apa yang kamu pelajari dari itu?"
- Nilai alignment dengan nilai-nilai tim
Penilaian Kandidat
- Gunakan rubrik penilaian yang konsisten untuk semua kandidat
- Diskusikan dan ambil keputusan bersama sebagai panel
- Catat alasan spesifik, bukan hanya "feeling"
- Waspada terhadap bias: affinity bias, halo effect, dll.
Membuat Keputusan Hiring
- "Would I be excited to work with this person?" adalah pertanyaan yang baik
- "Culture fit" sering menjadi alasan bias — gunakan "culture add" sebagai alternatif
- Jika ragu, biasanya jawabannya tidak
- Jelaskan keputusan penolakan dengan jujur dan konstruktif
Onboarding
Onboarding yang baik menentukan seberapa cepat orang baru bisa berkontribusi dan merasa diterima.
Sebelum Hari Pertama
- Siapkan akses, laptop, dan tools
- Kirim pesan selamat datang dan jadwal minggu pertama
- Assign buddy atau mentor dari tim
Minggu Pertama
- Fokus pada orientasi: tim, produk, budaya, dan cara kerja
- Perkenalkan ke semua stakeholder relevan
- Berikan tugas kecil yang bisa selesai dengan cepat untuk membangun kepercayaan diri
- Jadwalkan 1-on-1 pertama di akhir minggu pertama
30/60/90 Hari Pertama
| Periode | Fokus |
|---|---|
| 30 hari | Memahami tim, produk, dan codebase. Mulai berkontribusi kecil. |
| 60 hari | Berkontribusi mandiri dalam sprint. Mulai membangun hubungan di luar tim. |
| 90 hari | Bisa deliver fitur atau proyek lengkap. Memberikan masukan tentang cara kerja tim. |
Tanda Onboarding Berhasil
- Orang baru merasa nyaman bertanya tanpa rasa takut dianggap bodoh
- Sudah tahu ke siapa harus pergi untuk masalah tertentu
- Sudah bisa berkontribusi secara mandiri dalam sprint
Praktik Terbaik
- Minta feedback dari setiap orang baru tentang pengalaman onboarding mereka
- Dokumentasikan proses onboarding agar bisa direplikasi dan diperbaiki
- Jangan biarkan orang baru tenggelam tanpa dukungan di minggu-minggu awal
- Ingat: kesan pertama sangat mempengaruhi keputusan mereka bertahan atau pergi