Recraftory

ROI dan Prioritasi Investasi Teknis

Cara menghitung dan mengkomunikasikan return on investment dari proyek dan investasi teknis

Apa itu ROI dalam Konteks Engineering

  • ROI (Return on Investment) = nilai yang dihasilkan dibagi dengan biaya yang dikeluarkan
  • Dalam engineering, ROI tidak selalu berupa angka rupiah — bisa juga developer velocity, risiko, atau kepuasan tim
  • Memahami ROI membantu EM memprioritaskan inisiatif dan mendapatkan dukungan leadership

Jenis Nilai dari Investasi Teknis

Revenue Impact

  • Fitur yang langsung meningkatkan penjualan atau konversi
  • Paling mudah dijual ke bisnis
  • Contoh: optimasi checkout meningkatkan konversi 5% → tambahan pendapatan X per bulan

Cost Reduction

  • Optimasi infrastruktur yang mengurangi biaya operasional
  • Otomatisasi yang mengurangi manual work
  • Contoh: optimasi query database mengurangi cloud cost 30% = hemat Rp Y/bulan

Risk Reduction

  • Investasi dalam keamanan, reliability, atau compliance
  • Lebih sulit diukur tapi konsekuensi tidak menginvestasikan bisa sangat besar
  • Contoh: perbaikan sistem backup mencegah potensi data loss senilai Z

Developer Productivity

  • Investasi di tooling, automation, atau mengurangi tech debt
  • Dampaknya indirect: tim bisa deliver lebih banyak dengan effort sama
  • Contoh: CI/CD yang lebih baik menghemat 2 jam/engineer/minggu = X person-hours/bulan

Framework Prioritisasi

ICE Score

  • Impact: seberapa besar dampak jika berhasil? (1-10)
  • Confidence: seberapa yakin estimasi ini akurat? (1-10)
  • Ease: seberapa mudah dieksekusi? (1-10)
  • ICE Score = (I × C × E) / 3

RICE Score

  • Reach: berapa orang/tim yang terdampak?
  • Impact: seberapa besar dampak per orang? (0.25 / 0.5 / 1 / 2 / 3)
  • Confidence: 0-100%
  • Effort: berapa person-months?
  • RICE Score = (R × I × C) / E

Effort vs Impact Matrix

Cara sederhana untuk prioritisasi visual:

              Effort Rendah    Effort Tinggi
Impact Tinggi |  Quick wins  |  Major projects  |
Impact Rendah |  Fill-ins    |  Thankless tasks |

Prioritaskan: Quick wins → Major projects → Fill-ins → pertimbangkan ulang Thankless tasks

Cara Menghitung ROI Sederhana

ROI = (Nilai yang Dihasilkan - Biaya Investasi) / Biaya Investasi × 100%

Payback Period = Biaya Investasi / Nilai per Bulan

Contoh:

Investasi: migrasi ke infrastructure as code
Biaya: 3 engineer × 2 bulan = 6 person-months = Rp 90 juta

Manfaat:
- Hemat 5 jam/bulan untuk provisioning manual = Rp 2.5 juta/bulan
- Kurangi error deployment (estimasi 1 insiden/bulan dihindari) = Rp 5 juta/bulan
Total manfaat: Rp 7.5 juta/bulan

Payback period: 90 / 7.5 = 12 bulan
ROI setelah 2 tahun: (180 - 90) / 90 = 100%

Mengkomunikasikan ROI ke Leadership

  • Gunakan bahasa bisnis, bukan teknis
  • Tunjukkan range, bukan angka pasti (sering ada ketidakpastian)
  • Sertakan scenario "jika tidak diinvestasikan" — konsekuensi inaction
  • Frame sebagai investasi, bukan pengeluaran

Template:

Investasi yang diusulkan: [nama proyek]
Biaya: [angka atau range]
Manfaat yang diharapkan: [konkret, dalam bahasa bisnis]
Timeline ROI: [kapan break-even?]
Risiko jika tidak dilakukan: [dampak ke bisnis]

Mengelola Portfolio Investasi Teknis

  • Tidak semua investasi teknis bisa dilakukan sekaligus — perlu portfolio yang seimbang
  • Kategori portfolio:
    • Reliability & Security: tidak negotiable, harus diinvestasikan
    • Developer Productivity: investasi yang multiplikatif
    • New Capabilities: membuka peluang bisnis baru
    • Technical Debt: membayar hutang yang menghambat

Praktik Terbaik

  • Ukur baseline sebelum memulai proyek — tanpa baseline, klaim manfaat jadi tidak bisa diverifikasi
  • Lakukan review post-implementation: apakah ROI yang dijanjikan terealisasi?
  • Jadikan ROI conversation sebagai dialog dengan product dan bisnis, bukan monolog engineering
  • Akui ketidakpastian dalam estimasi — lebih baik jujur tentang range daripada angka presisi yang tidak akurat